Deretan Fakta CrossHijaber, Fenomena Baru yang Resahkan Masyarakat.

JelasCasino Agen Casino Slots Togel Bola Poker Online Terpercaya
Cross Hijaber Fenomena baru yang meresahkan

JELASCASINO-Crosshijaber adalah sebutan bagi pria yang suka berdandan seperti perempuan dan suka memakai hijab lengkap dengan cadarnya.

Yang paling meresahkan masyarakat dari penyimpangan itu adalah mereka masuk ke masjid dan bergabung bersama para jemaah muslimah. Bukan hanya itu, kabar yang beredar juga menyebut crosshijaber masuk ke toilet perempuan.
jelascasino agen judi casino slots togel bola poker terpercaya

1. Crosshijaber atau cross-dressing ternyata bukan fenomena baru

Seorang Psikolog Klinis, Ayunda Ramadhani mengungkap bahwa fenomena crosshijaber bukan hal baru. Hanya namanya yang berbeda. Menurut Beemyn BG dalam Cross-Dressing, penyimpangan itu memiliki nama asli cross-dressing (berlintas busana), yaitu seseorang yang berperilaku berbeda dari gendernya sendiri

Istilah tersebut berkaitan dengan istilah yang namanya transvetisisme, yakni hasrat seks terpenuhi tatkala menggunakan baju berbeda gender. Fenomena tersebut bukan sesuatu yang baru dalam dunia psikologi, bahkan sejak zaman dahulu penyimpangan itu sudah terjadi.

Hagedorn SC dalam bukunya Abandoned Women: Rewriting the Classics in Dante, Boccaccio, and Chaucer mencontohkan tokoh Achilles dalam Perang Troya yang dipakaikan baju perempuan oleh ibunya, Thetis, agar terhindar dari perang

Sementara Bulman CJ dalam The Merchant of Venice mencatat William Shakespeare dalam sandiwara berjudul The Merchant of Venice menceritakan tokoh Portia yang berlintas busana sebagai pria agar dapat berbicara di pengadilan.
Ini membuktikan cross-dressing ini sebernarnya sudah lama dikenal di dunia. Faktanya cross-dressing ini banyak di lakukan sebagian besar oleh pria.

“Namun yang perlu diperhatikan adalah perilaku tersebut murni gangguan identitas diri, mencari popularitas atau memang punya niat jahat yang mengarah ke tindakan kriminal,” terang Ayunda.

“Tapi harus lihat konteks juga. Jangan sampai semua dihantam rata. Mereka yang terganggu itu yang harus ditolong,” lanjutnya.

2. Salah satu penyebab crosshijaber karena trauma masa lalu

Ayunda sepakat bahwa tindakan crosshijaber yang mengelabui masyarakat dengan memakai hijab kemudian masuk ke masjid merupakan perbuatan melawan hukum. Bagaimana tidak, ketika pelaku crosshijaber bersolek layaknya perempuan dengan riasan lantas memakai cadar, siapa yang akan menaruh curiga?
Terlebih saat di rumah ibadah, oknum yang melakukan itu berkumpul bersama perempuan kemudian menyentuh atau memeluk jemaah perempuan. “Itu sudah masuk ranah pelecehan dan melanggar hukum, jadi harus waspada,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, lazimnya penyebab dari cross-dressing ialah trauma masa lalu. Misal pernah dikasari oleh pria atau paling ekstrem adalah disodomi. Namun belum tentu juga pelaku lintas busana ini punya penyimpangan seksual, bisa jadi hanya suka berbusana perempuan dan mereka puas saat mengenakannya.

Saat remaja mungkin saja mencoba memakai baju ibu dan kakak perempuannya yang kemudian membuatnya nyaman.

“Jadi harus ditelaah dulu. Namun perlu diingat pelaku cross-dressing ini tidak punya ketertarikan dengan jenis kelamin yang sama. Mereka normal, hanya saja doyan memakai baju berbeda gender,” paparnya.

3. Transvetisisme berbeda dengan transgender

Deretan Fakta Crosshijaber, Fenomena Baru yang Resahkan MasyarakatPixabay.com/dyandesign
Menurut Ayunda, ada perbedaan antara transvestisme dengan transgender. Transvestisme punya orientasi seksual sama dengan jenis kelaminnya.

Berbeda dengan transgender yang dimana benar-benar mengganti kelamin hingga berubah layaknya gender yang diinginkan lewat prosedur operasi dan suntik hormon.

Ayunda pun memberi saran, saat bertemu dengan oknum lintas busana sebaiknya tak waswas. Meskipun harus awas sebab motif memakai berbeda gender itu beragam.

“Perhatikan saja gelagatnya, jika bahaya segera menghindar,” kata dia.
jelascasino agen judi casino slots togel bola poker terpercaya