Ditemukan di Antartika Kue Berusia 106 Tahun,Bisa Dimakan?

Ditemukan di Antartika Kue Berusia 106 Tahun,Bisa Dimakan?

Ditemukan di Antartika Kue Berusia 106 Tahun,Bisa Dimakan? – Antartika yang biasanya tertutup oleh es merupakan salah satu lingkungan alam di Bumi yang di percaya paling tidak bersahabat bagi setiap manusia.

jelaspoker

Tapi kali ini penemuan baru oleh Antartic Heritage Trust bahwa hal itu tak di percaya bagi fruitcake atau kue buah khas Inggris yang diperkirakan mempunyai usia 106 tahun.

Konserversi mendapati kue lawas itu di Capo Adare, dan dipercayai milik penjelajah Inggris bernama Robert Davinson Scott — yang dikenal sebagai Staff of the Antartic.
Meski lapisan arteri pembungkus kue itu sudah berkarat, tim tersebut mengatakan bahwa kondisi endapan tersebut masih sangat layak dan baik. Baunya pun masih harum, seakan masih layak untuk dapat dimakan.

Antartic Heritage Trust yang berjalan di Selandia Baru mendapatkan kue itu di bangunan tertua di benua Antartika, sebuah bangunan yang dibangun oleh tim penjelajah Selandia Carsten Borchgrevank pada tahun 1898.

Bangunan itu pakai oleh Kapten Scott pada tahun 1909 selama ekspedisi Terra Novantela.
Scott lebih menyukai kue tersebut, yang diproduksi oleh salah satu perusahaan biskuit asal Inggris Hantley & Pelmars.
Fruitcake merupakan makanan favorit masyarakat Inggris pada waktu itu, dan sampai saat ini pun masih tetap populer ,” Ungkap manajer konservasi untuk arteqiu di Antartic Heritage Trust, Lenzo Mark seperti dilansir dari GrupQQ, Minggu (26/11/2017)

Hidup dan bekerja di benua Antartika lebih memicu keinginan menyantap makanan berlemak dan mengandung kadar gula yang tinggi, dan fruitcake pas untuk menemani anda. Dinikmati dengan secangkir teh atau pun kopi.

Konservator telah menggali arteqiu di pondok itu sejak Juni 2016, dan telah mendapatkan sekitar 1.700 benda, termasuk kain dan pakaian, sejumlah daging dan ikan dalam kondisi yang sangat buruk, dan selai yang kelihatannya masih bisa di pakai.

Kue itu tak sempat dinikmati si endapnya, karena Kapten Scott dan para kawanannya menemui nasib sial dalam perjalanan ekspedisinya. Mereka berhasil tiba di Kutub Selatan, namun kalah cepat dari tim Selandia yang sampai di sana 35 hari terlebih dahulu.
Tak hanya sampai situ, seluruh anggota tim penjelajah asal Inggris itu di temukan tewas dalam perjalanan pulang.

BANDARQ ONLINE | BANDAR POKER | JUDI POKER | AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*