Fakta Tentang Bulu Kemaluan yang Harus DiKetahui Oleh Wanita

Fakta Tentang Bulu Kemaluan yang Harus DiKetahui Oleh Wanita

Fakta Tentang Bulu Kemaluan yang Harus DiKetahui Oleh Wanita – Setiap orang tentu mempunyai bulu atau rambut kemaluan. Namun dalam sebuah survei penelitian disebutkan bila 95% pria dan wanita berharap tidak mempunyainya sehingga rutin mencukur rambut kemaluan.

Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa hal menarik yang harus anda ketahui tentang rambut kemaluan. Diliput oleh GrupQQ.Com, Selasa (7/8/2018), inilah fakta tentang rambut kemaluan yang sudah dirangkum secara jelas dan tepat :

Bulu kemaluan selalu ada

Semua orang sebenarnya memiliki rambut kemaluan sejak kecil namun tidak begitu terlihat. Rambut itu merupakan bagian dari rambut Vellus yang sangat pendek, ringan, dan halus yang menutupi kulit di tubuh. Saat masa pubertas, rambut terminal yang ada di area kemaluan, di kepala, di bawah lengan, dan di wajah mulai tumbuh.

Bulu kemaluan tidak bertambah tebal setelah dicukur

Banyak orang merasa bila rambut kemaluannya akan bertambah tebal setelah dicukur. Padahal tidak demikian. Rambut tumbuh dengan poros tertentu yang membuatnya seakan lebih tebal.

Bulu kemaluan adalah pelindung

Menurut seorang ob-gyn rambut kemaluan membantu menangkis bakteri dan patogen yang tidak diinginkan memasuki area Miss V sehingga dapat membantu mencegah wanita terkena infeksi ragi, vaginitis, dan masalah kemaluan lainnya. Akan tetapi rambut kemaluan juga dianggap menjebak feromon yang menimbulkan aroma tidak sedap.

Mencukur Bulu kemaluan tidak memengaruhi higienitas

Banyak orang yang menyukur rambut kemaluannya atas dasar kebersihan untuk menyingkirkan bakteri yang menempel. Tapi sebenarnya memiliki rambut kemaluan atau tidak, tidak ada perbedaan. Akan tetapi memiliki lebih banyak rambut, mungkin menyulitkan Miss V tetap kering dan bebas keringat sehingga dapat menyebabkan bau.

Waxing dan cukur mempunyai resiko

Menghilangkan rambut kemaluan dengan cara waxing maupun cukur sama-sama memiliki risiko seperti iritasi kulit, rambut tumbuh, dan folikulitis. Bila sudah begitu biasanya menyebabkan benjolan merah, tetapi bisa berkembang menjadi abses jika tidak ditangani dengan benar. Sementara itu, waxing lebih menyakitkan bila dilakukan selama menstruasi. Alasannya karena hormon berfluktuasi dan menyebabkan persepsi nyeri yang bertambah.

Bulu kemaluan menipis saat usia bertambah

Rambut kemaluan biasanya tumbuh dengan kecepatan rata-rata 0,5 milimeter per hari. Namun seiring bertambahnya usia, rambut kemaluan akan mulai tipis selama tahap hormonal seperti menopause. Kondisi medis tertentu dan obat-obatan juga dapat membuat rambut kemaluan menipis.

Fakta Tentang Bulu Kemaluan yang Harus DiKetahui Oleh Wanita

ADUQ ONLINE | AGEN TERPERCAYA  | JUDI ONLINE | DOMINO QQ ONLINE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*