Polisi: Hary Tanoe Juga Pernah Ancam Hakim Persidangan Ahok

Hary Tanoe Juga Pernah Ancam Hakim Persidangan Ahok

Polisi: Hary Tanoe Juga Pernah Ancam Hakim Persidangan Ahok – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto sudah menetapkan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka Dalam kasus SMSnya.

“SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) diterbitkan (dengan Hary Tanoe) sebagai tersangka,” ucap Rikwanto di kompleks Mabes Polri.

Rikwanto menganggap penyidik sudah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menentukan Hary sebagai tersangka. SPDP baru dikeluarkan dalam pekan ini. Polisi siap untuk menghadirkan beberapa ahli.

“Dulu dia juga pernah mengintervensi dan mengancam hakim dalam persidangan Ahok kasus penistaan agama, Kami mempunyai bukti kuat dan dia langsung kami tetapkan sebagai tersangka,” Terang Rikwanto.

“Saat ini sedang kami selidiki juga hakimnya, apakah ada di ancam oleh Hary dalam persidangan Ahok,” tegas Rikwanto

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmat mengaku telah menerima SPDP dari Bareskrim Polri pada 15 Juni 2017.

Di sana, tertera nama Hary sebagai tersangka. Nomor SPDP yang diterima Kejaksaan, yaitu B.30/VI/2017/Ditipidsiber.

Dengan demikian, penjelasan Noor soal SPDP itu mendukung pernyataan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang sebelumnya menyatakan bahwa Hary sudah jadi tersangka.

Sebelumnya, Yulianto tiga kali menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Isinya yaitu, “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke dalam dunia politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan”.

“SMS ini saya hanya untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam,” ujar Hary Tanoe.

Hary Tanoe diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik. Dia pun di cekal keluar Negri selama 20 hari kedepan.

Hary Tanoesoedibjo mengatakan bawah, sebagai ketegasan sikap lantaran dirinya keberatan jika Kejaksaan terus mengaitkan
dirinya dengan kasus korupsi restitusi pajak Mobile 8. Padahal, Hary Tanoesoedibjo merasa tidak terkait dengan kasus tersebut.

Adapun pengacara Hary Tanoe Soedibjo, Hotman Paris Hutapea menganggap penetapan tersangka kliennya bermuatan politis. Agen Poker, Bandar Poker, Bandar Domino, Bandar AduQ Online, BandarQ Online.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*