Di Indonesia Lagi ngetren Istri Gugat Cerai Suami, Kenapa dan Alasannya?

Lagi ngetren Istri Gugat Cerai Suami

Lagi ngetren Istri Gugat Cerai Suami

Lagi ngetren Istri Gugat Cerai Suami – Bicara tentang pernikahan, salah satunya di Indonesia ini memang tidak akan ada habisnya.
Bukan hanya permasalahan pernikahan anak, tetapi juga soal tingginya kasus perceraian yang belakangan ini sangat marak terjadi.
Kasus perceraian di Indonesia paling banyak ternyata datang dari pihak perempuan sebagai pihak penggugat.
Sebetulnya alasan apa yang menjadi latar belakang adanya catatan angka tinggi kasus perceraian di Indonesia semuanya bermula dari pihak istri atau wanita?

Yohana Yembise selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, mengatakan, terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga.
Tidak adilnya pembagian peran dalam menjaga keutuhan keluarga itu masih jadi alasan yang paling mendominasi dalam kasus perceraian di Indonesia.

Mengapa paling banyak datang dari pihak istri ataupun perempuan.

Lagi ngetren Istri Gugat Cerai Suami

Alasan pemicu paling banyak kekerasan dalam rumah tangga dan kebanyakan perempuan-perempuan ini.

Mereka menjelaskan bahwa mereka itu yang menjadi kepala keluarga dalam sebuah rumah tangga.
Contohnya, banyak di kalangan guru-guru juga pegawai negeri, banyak perempuan yang mungkin setelah menerima sertifikasi guru itu, banyak yang melakukan perceraian.
Dan pihak kami sedang melakukan survei untuk melihat kira-kira berapa banyak yang tapi data sementara yang masuk ke saya banyak perempuan yang minta cerai.
Yohana menceritakan saat ditemui GrupQQ.com, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dalam rangkaian acara Peringatan Hari Ibu ke-90, beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut dikatakan Dra. Leny Nurhayanti Rosalin, M.Sc, yang merupakan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA.
Di Indonesia sendiri sejauh ini dari data yang digabungkan tercatat ada sebanyak 15 juta perempuan kepala keluarga.
Dalam artian, perempuan yang menjadi breadwinner (penghasil utama), janda cerai, ataupun janda meninggal.
Tingginya angka ini, dikatakan Yohana juga menjadi salah satu fokus Kemen PPPA yang sedang didalami lebih banyak lagi, agar laju angka perceraian di Indonesia bisa dikurangi.

Kalau perempuan kepala keluarga sudah sekitar 15 juta di seluruh indonesia yang janda dan perempuan yang mengatasnamakan dirinya kepala keluarga dan masih banyak lagi.
Saya belum bisa katakan dengan akurat karena kita sedang mendalami ini lebih dalam lagi.
Karena ini merupakan isu di mana kami pemerintah berusaha supaya jangan sampai terjadi perceraian di dalam keluarga.
Serta ditambah juga kebanyakan para pekerja perempuan wanita kita di luar negeri sudah cerai juga dari para suami,” Tutupnya.

BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE