Nyawa Wanita Pengidap Stroke Terselamatkan Berkat Aplikasi Video Call

Nyawa Wanita Pengidap Stroke Terselamatkan Berkat Aplikasi Video Call

Nyawa Wanita Pengidap Stroke Terselamatkan Berkat Aplikasi Video Call – Seorang wanita yang mengidap penyakit gejala stroke, terselamatkan nyawanya berkat aplikasi video call yang tersedia pada smart phone canggih saat ini. Opokua Kwapong, nama wanita tersebut, tinggal seorang diri di kota New York, Amerika Serikat (AS) ketika gejala stroke kembali menyerang dirinya.

Dilansir dari GrupQQ.com, pada Rabu(28/2/2018), saat itu, Kwapong sedang mengobrol dengan adik perempuannya, Adumea Sapong, yang tinggal di Kota Manchester, Inggris, via FaceTime. Namun, sang adik melihat ada yang aneh pada kakaknya, yakni terlihat agak pucat dan sering melantur bicaranya. Sang adik yang mengetahui kakaknya tidak sedang dalam keadaan mabuk, dan sangat mungkin terkena gejala stroke yang diidapnya sedang kambuh.

Ia (Sapong) menyebutkan bahwa wajah saya terlihat sangat capek, dan kehilangan fokus saat mengobrol di video, ucap wanita berusia 58 itu. Saya tidak menggelak, meskipun kepala saya sangat pening saat itu.” Namun, desakan Sapong membuat Kwapong langsung bertanya ke salah seorang kerabatnya yang berprofesi sebagai dokter. Dalam percakapan video Handphone tersebut, sang kerabat membenarkan kondisi kesehatan Kwapong terlihat sangat tidak bagus.

Merasa khawatir akan kondisi kesehatan kakaknya, Kwapong pun menghubungi panggilan darurat yang ada dalam setempat. Beberapa saat kemudian, Kwapong didatangin oleh petugas medis untuk pemeriksaan di rumah sakit, dan memperoleh kabar yang mengejutkan sekaligus menyedihkan tentang gejala stroke yang ada pada dirinya.

Ia didiagnosa mengalami pembekuan sel di hampir seluruh bagian kiri otaknya. Hal tersebut sangat memungkinkan menyebabkan lumpuh di bagian otak kiri, di mana hal itu akan berdampak pada terjadinya koma, dan bahkan memperoleh kematian. Hidup seorang diri di tengah padatnya kota New York tidak akan menjamin Anda akan selamat di sejumlah kondisi,” Ucap Kwapong.

Orang-orang dengan kondisi tertentu wajib selalu hati-hati kemungkinan terkena stroke ringan. Mereka yang suka merokok, mempunyai tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan berat badan berlebih bisa memicu risiko sangat besar terkena stroke ringan.

Selain itu, mereka yang mempunyai kadar kolesterol tinggi atau mengonsumsi alkohol berlebih secara rutin juga kemungkinan besar berisiko terkena stroke ringan. Jika tidak berkomunikasi via FaceTime, saya tidak tahu akan menjadi apa lagi dan seperti apa nasib saya saat ini.

Kwapong kini sedang menjalani terapi untuk menstimulasi ulang sel-sel di otak kirinya.Meski hal itu tidak seratus persen bisa menjamin kesembuhannya, namun setidaknya bisa mengurangi resiko terburuk yang menimpa pengidap gejala stroke seperti yang di alami Kwapong.

AGEN DOMINO | AGEN POKER | BANDAR DOMINO | QIUQIU | DOMINO99

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*